Tips Pembelajaran Individual Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Sejak Dini

Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mengalami keterbatasan yang tidak seperti umumnya. anak berkebutuhan khusus pada umumnya memiliki kekurangan baik fisik, mental, intelektual maupun emosional yang berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangan di bandingkan pada anak umumnya yang sesuai dengan umurnya.

Dalam program pembelajaran individual ABK merupakan suatu rencana yang berisi mengenai program yang akan diterapkan dalam kegiatan anak. Penyusunan program dapat dilakukan setelah melakukan observasi terlebih dahulu. Berikut contoh program pembelajaran individual ABK :

Baca Juga : 5 Sifat Pria Idaman Untuk Masa Depan Perempuan Yang Buat Bahagia Selamanya.

1. Atensi

Merupakan kemampuan untuk memfokuskan pemikiran yang berbentuk jernih pada sejumlah objek atau pemikiran. Atensi terbagi dua yaitu:

  • Atensi visual, Merupakan informasi yang diterima melalui penglihatan, melatih fokus melalui kontak mata anak terhadap orang maupun terhadap benda sekitar dengan memberikan kegiatan seperti, memanggil nama anak, Bermain flashcard (anggota tubuh, buah buahan, hewan, benda sekitar) dan bermain huruf.
  • Atensi auditori, Merupakan informasi yang diterima melalui pendengaran, melatih fokus dengan mendengarkan ketika sedang bercerita, memberikan respon terhadap instruksi tugas. seperti: story Telling, bermain puzzle, Meronce, menjahit, mendengarkan lagu edukasi anak, dan lain-lain.

2. Gerak Motorik Anak

merupakan perilaku yang dilakukan pada tubuh yang telah terkoordinasi dengan baik malalui otak, rangka, otot dan saraf. Terdapat dua jenis gerakan motorik yaitu :

  • Motorik Kasar, Merupakan kegiatan untuk melatih koordinasi antara mata-tangan-kaki dan melatih keseimbangan anak denga cara : melompat, berlari, meniti dilantai dengan lintasan, naik turun kursi, merayap, melempar bola, dan lain-lain.
  • Motorik halus, Merupakan kegiatan untuk melatih kekuatan otot jari jari tangan dan melatih koordinasi antara mata dan tangan. dengan cara: Tracing, menggenggam, memasukkan kelereng kedalam botol, Meronce, meremas busa, dan lain-lain.

3. Kemandirian

merupakan kegiatan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan hidup (life skill) dan toilet training. seperti : minum dari gelas, makan menggunakan sendok, melepas-memakai celana, memasang-membuka kaos kaki, memasang-melepas sepatu, memasang-membuka kancing baju, merapikan kembali alat peraga yang telah digunakan, dan lain-lain.

Baca Juga : Tips Menjadi Remaja Terencana Menyongsong Masa Depan

4. Kognitif dan bahasa

merupakan kegiatan untuk melatih pengetahuan khusus maupun pengetahuan umum. seperti, mengidentifikasi diri, mengidentifikasi orang sekitar, mengutarakan apa yang diinginkan. dengan cara, melatih anak untuk menjawab pertanyaan mengenai identitas diri, nama, umur, melatih anak untuk mengenal nama nama orang sekitar, melatih anak agar menggunakan bahasa yang baik dan benar, serta mengajarkan anak untuk mengatakan apa yang diinginkan (mau minum, pipis, dan lain-lain).

5. Sosio-emosional

merupakan kegiatan yang menunjukan kepedulian terhadap teman, bermain dengan teman sebaya, mengekspresikan emosi dengan baik dan benar. dengan cara, melatih anak dalam berbagi makanan, benda, kepunyaan dan lain-lain. bermain peran, melatih anak agar mampu menyuarakan emosi dan perasaan tanpa menggunakan tangisan atau amukan.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa di lakukan dalam proses pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus. Semoga bermanfaat…!!

Tinggalkan komentar