2+ Cara Mengurangi Waktu Respon Server TTFB Menjadi 0.2 Detik

Mengurangi waktu respon server (Time To First Byte) memang diperlukan, jika tidak website akan menjadi sangat lama dalam load dan tentu tidak disukai google, sedangkan pihak google mengatakan sebuah website yang baik harus memiliki respon server 200 millisecond atau sekitar 0,2 detik. Tapi apa saja dampak yang didapat ketika website memiliki respon time server lebih dari 0.2 detik, dan bagaimana cara mengatasinya ?

mengurangi waktu respon server

Mengurangi Waktu Respon Server (Server Time Response)

Banyak website yang tidak memperhatikan waktu respon server, hasilnya menjadikan website mereka lama untuk dimuat dan berujung pada perankingan google. Alasan google mensyaratkan waktu respon server TTFB 0.2 detik dikarenakan hilangnya sebagian pasar google di bing. Usut punya usut dan setelah melakukan investigasi, Ternyata banyak pengguna yang tidak puas dengan google karena meranking website berat dan lambat saat dibuka.

Sejak saat itu google menerapkan waktu respon server menjadi salah satu faktor UX (User Experience) mereka. rekomendasi google adalah 0.2 detik, jika mampu melakukan hal tersebut, maka website anda akan mudah untuk diranking,

Tapi berdasarkan referensi dari data google, hanya 1/5 pemilik website yang memperhatikan respon time server mereka.

Cara mengetahui waktu respon server anda adalah dengan mengakses pagespeed anda dapat melihat waktu respon server anda disana. klik mengurangi waktu respons server (TTFB) dan baca informasi selanjutnya.

mengurangi waktu respon server

1. Mengurangi Waktu Respon Server di WordPress

menurut web.dev Ada beberapa faktor pengguna cms wordpress sering mendapati respon time server mereka diatas 1 detik diantaranya:

  • Menggunakan shared hosting, Segera ganti ke VPS atau Dedicate.
  • Trafik Website besar yang otomatis meningkatkan penggunaan CPU sehinggu berpengaruh pada kinerja Server.
  • Penggunaan sumber daya yang berlebihan seperti widget, plugin, iklan yang membutuhkan sumber daya sehingga kinerja server saat merespon permintaan menjadi lambat.
  • Konfigurasi Pengaturan dalam server yang juga mempengaruhi kinerja server.

1.1. Ganti Layanan Hosting

Pengguna share hosting selalu memang selalu terkendala dengan permasalahan ini. mungkin bahan pertimbangan utama adalah harga, untuk kebutuhan website yang memiliki visitor 1000 mungkin menggunakan hosting 1 GB saja sudah cukup, tetapi jika visitor lebih dari 20 ribu perhari, ada baiknya anda melakukan upgrade ke VPS.

Tutorial wordpress: Membuat website personal branding

Pemilihan hosting juga harus menyesuaikan target website dan kantong tentunya. Saya menggunakan layanan hoster.co.id sebagai penopang website ini, dan jujur saya puas dengan layanan yang diberikan, jadi tidak ada salahnya saya merekomendasikan hal ini.

  • Gunakan CDN, setelah anda mengganti layanan hosting, gunakankan lah CDN. Content Delivery Network atau CDN akan menyimpan konten website kamu di berbagai belahan dunia. Kenapa menggunakan CDN ? karena jika visitor kamu mengakses website kamu dari Afrika, dia tidak langsung mengakses website anda, visitor anda akan mengkases konten lebih cepat dan tentu membuat sever anda tidak terbebani karena harus mengirim request ke negara visitor anda.
  • Gunakan Cache, Menggunakan cache dapat meringankan kinerja CPU dan server anda, karena saat visitor anda datang kembali, dia tidak perlu meload halaman dari awal lagi. Jedi penggunaan cache sangat diperlukan.

1.2. Trafik Website Tinggi

Ketika visitor website anda cenderung stabil dan hosting yang memadai, semisal visitor 2000 – 3000 maka respon server akan baik dan stabil, tapi ketika visitor anda membludak, maka penggunakan resourcing daya yang tinggi mengakibatkan respon time server tentunya meningkat. ini mengakibat terjadinya server down.

Untuk solusi ini masalah trafik website tinggi adalah meningkatkan kapasitas hosting anda, sehingga semua request website dapat dilayani.

1.3. Penggunaan Sumber Daya Berlebihan

Pasti tidak asing yang namanya plugin, widget, dan iklan, Saat proses pemuatan website, terjadi alur bolak balik dari web browser kepada server sebelum seluruh halaman website ditampilkan. alur bolak balik inilah untuk memuat plugin, widget dan iklan yang anda miliki, semakin banyak alur yang dilalui, maka server tentu akan semakin lama untuk merespon.

Plugin : plugin adalah alat tambahan yang dapat membantu mempermudah anda dalam membuat website. Tapi penggunaan plugin yang begitu banyak juga dapat meningkatkan penggunaan CPU yang mengakibatkan respon time server menjadi tinggi. Untuk anda yang menggunakan plugin banyak di website wordpress, ada baiknya kamu menyeleksi plugin yang tidak anda gunakan, ini dimaksudkan agar penggunaan CPU pada server hosting anda menjadi lebih stabil.

Widget : Jika anda menggunakan widget yang berlebihan juga dapat membuat respon time server meningkat, ada baiknya anda meminimalkan penggunaan css pada bilah widget. gunakanlah widget yang menurut anda sangat diperlukan.

cara membuat breadcrumb tanpa plugin

Iklan dan eksternal source : jika anda mengutamakan kenyamanan visitor anda (UX) maka sebaiknya kurangi penggunaan script iklan dan eksternal source pada website anda. Iklan dan eksternal source dapat membuat penggunaan CPU meninggkat karena server harus mengambil data terlebih dahulu dan ditampilkan di website. saran saya, kurangi penggunaan iklan dan eksternal source.

Beberapa cara agar meminimalisir penggunaan resource halaman

  • Menggabungkan file css yang memiliki fungsi yang sama
  • Menggabungkan file javascript dan external script
  • Menggunakan Script lazy load.

1.4. Server

Ada 3 jenis server untuk saat ini yang sering digunakan yaitu Apache, Nginx dan Litespeed.

Apache : yang pertama adalah apache, merupakan server yang sering dan banyak digunakan oleh pengguna website. Selain karena gratis Apache juga punya banyak dokumentasi, sehingga sangat mudah untuk digunakan. Tapi dalam hal performa, Apache bukanlah urutan pertama dalam hal kecepatan walaupun sudah menggunakan konfigurasi terbaik tetap saja kalah dari 2 pesaingnya.

Nginx : para developer menyukai Nginx karena dengan konfigurasi default saja, sudah bisa mengalahkan performa Apache. Ini dikarekan Nginx menggunakan sumber daya yang lebih sedikit dibandingkan Apache.

Litespeed : Litespeed server jika dibandingkan dengan Apache dan Nginx akan jauh unggul jika menjalakan program PHP. dalam kondisi dasar, Litespeed bisa menangani request 13 perdetik lebih cepat 1 request dari Nginx dan lebih cepat 2 request dari Apache.

Kelebihan Litespeed lainnya adalah dalam fitur cache, jika Apache dan Nginx meningkatkan kecepatan 2-3 kali kecepatan, sedangkan litespeed meningkatkan kecepatan hampir 40 kali lebih cepat. hal ini setara dengan 440 – 550 Request perdetik.

Itu dia beberapa cara mengurangi waktu respon server (Time To First Byte) di wordpress.

2. Mengurangi Waktu Respon Server di Blogspot

Tidak adil rasanya saya hanya membahas wordpress saja, disini saya akan membahas juga untuk blogspot.Silahkan cek website anda ke pagespeed google. dan anda akan melihat waktu respon server anda agar bisa melanjutkan pembahasan.

Server blogger sendiri tergolong cepat, itu makanya masih banyak para blogger masih menggunakan blospot. masalah yang sering terjadi adalah telatak pada template, external resouce dan banyaknya pernak pernik website yang sebenarnya tidak diperlukan. Untuk mengatasi masalah tersebut,

  1. silahkan gunakan template yang ringan. ada banyak penyedia template ringan di facebook dan internet.
  2. Kurangi penggunakan external resource seperti iklan, dan lain sebagainya,
  3. Kurangi widget yang dirasa kurang perlu.

Kenapa singkat ? karena kita sudah mempertimbangkan server dari blogspot yang tergolong cepat.

Kesimpulan

Kini anda sudah mengetahui bagaimana cara mengurangi Time To First Byte atau waktu respon server. disini anda diajak untuk tidak menggunakan sesuatu hal yang berlebihan seperti iklan ataupun widget. jika dirasa server tidak mampu juga melayani request website anda, silahkan upgrade ke dedicate atau VPS. itu saja dari saya, terimkasih.

Leave a Comment