Ciri-ciri plagiat: Skripsi dan karya Ilmiah

Trenpedia.com | Membuat karya ilmiah ataupun skripsi. tujuannya adalah untuk meningkatkan ilmu yang telah dipelajari. tapi bagaimana dikatakan sebuah karya ilmiah sebagai plagiat ? dan bagaimana ciri ciri plagiat ?

Pengertian dan Ciri Plagiat

1. Pengertian Plagiat

Plagiat adalah mengambil gagasan, kalimat, hasil penelitian orang lain dan disajikan seolah olah milik sendiri.

Dalam penulisan Skripsi, karya ilmiah, Tesis, dan artikel hampir tidak dapat dipisahkan dari tindakan plagiat.

Sedangkan menurut para ahli dan pakar ada beberapa definisi plagiat

  • Prof. Dr. Ir. Sardy. S mengatakan “plagiat merupakan tindakan pengambilan, pencurian, peminjaman pendapat, ide, pikiran, pendapat, karangan orang lain dengan menjadikan milik sendiri”.
  • Plagiat berarti “Mengemukakan pendapat, kata-kata orang lain sebagai kepunyaan sendiri” (Lester, 1987: 78 dalam Fanany, 1992: 12)
  • “Menulis Fakta, kutipan, atau pendapat yang berasal dari orang lain baik dari televisi, buku, majalah tanpa menulis sumbernya adalah plagiat” (Silverman, 1990: 70 Fanany, 1992: 12)

2. Ciri-ciri Plagiat

Sebuah plagiat karya ilmiah dan skripsi tidak dapat dikatakan plagiat jika tidak terdapat ciri dibawah ini, lebih lanjut baca disiniciri ciri plagiat

  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri.
  • Mengakui temuan orang sebagai kepunyaan sendiri.
  • Mengakui karya kelompok sebagai keputusan hasil sendiri.
  • Mengambil tulisan yang sama tanpa menyebut asal usulnya.
  • meringkas dan mengparafrasekan tetapi tidak menyebutkan sumbernya.
  • Mengparafrasekan, menyebutkan sumbernya tapi kata dan kalimat masih terlalu sama dengan sumbernya.

3. Golongan Plagiat

  • Menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda(baik berupa kutipan atau blok alinea berbeda) bahwa kalimat tersebut persis diambil dari sumbernya.
  • Mengambil gagasan orang lain tetapi tidak meletakkan anotasi sumber dengan baik.

4. Bukan Golongan plagiat

  • Menggunakan informasi berupa fakta umum.
  • Mengparafrase gagasan atau kalimat orang lain dan memberikan sumber yang jelas.
  • Mengutip secukupnya dan memberikan tanda batas dengan jelas dan menulis sumbernya.

Dalam beberapa kasus, banyak penulis merasa puas dan terbebas dari aksi plagiat ketika sudah mencantumkan sumbernya, tetapi berdasarkan defenisi (Fanany 1992) mencantumkan sumber tidak serta merta terbebas dari plagiat.

Persoalan plagiat bukanlah masalah yang sederhana. seseorang tetap sama salahnya walaupun sumbernya dibubuhkan. karena menyangkut apa yang diperbuat dengan kutipan yang diambil dari sumbernya.

5. Sanksi Pelanggaran Plagiat

Karena pembahasan kali ini lebih menjorok ke bidang akademik maka sanksi bagi pelaku plagiat diatur oleh UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan nasional (“UU Sisdiknas”) Pasal 25 Ayat 2 Sanksi bagi pelaku plagiat di skripsi adalah pencabutan gelar kesarjanaannya. (Jika karya ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti hasil jiplakan, maka gelarnya akan dicabut (Pasal 25 ayat [2] UU Sisdiknas).

Tidak hanya dicabut gelarnya, lulusan yang terbukti menjiplak karya ilmiah orang lain juga diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp200 juta (Pasal 70 UU Sisdiknas).

Menurut saya, belajarlah bagaimana melakukan pengutipan yang baik dan benar, dan jangan lupa untuk melakukan pengecekan apakah kutipan kita atau skripsi kita plagiat atau tidak. Apalagi di beberapa kampus sudah menerapkan penggunakan software pengecekan plagiat, seperti turnitin.

Leave a Comment