Apa Itu Plagiat: Penjelasan, Ciri dan Contoh

Plagiat (Plagarisme)

apa itu plagiat
apa itu plagiat ??

A. Defenisi Plagiat

Apa itu plagiat, plagiat adalah suatu tindakan mengambil gagasan, kalimat, ide dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan sendiri.

Trenpedia.com | sedikit cerita, berbagai kasus plagiat dewasa ini sudah merajalela, dengan kemajuan teknologi dan kemudahan dalam mendapatkan informasi, tidak sedikit orang mencari bahan referensi dari sebuah karya orang lain.

Sangking mudahnya dalam mencari sebuah referensi, tidak menutup kemungkinan ada yang hanya melakukan copy paste, tanpa berfikir panjang. Padahal, ini merupakan kasus yang serius, dan memiliki undang undang yang mengatur tentang plagiat.

Perlu kamu ketahui, plagiat merupakan tindakan pidana, karena mencuri hak cipta orang lain, seperti kasus yang menimpa artis sekaligus penyanyi kety parry, sehingga dia harus membayar denda baca disini.

Dalam dunia pendidikan, penulisan skripsi, tesis, artikel, karya ilmiah dan lain sebagainya hampir tidak bisa dihindarkan.

B. Pengertian Plagiat Menurut Para Ahli

pengertian plagiat telah dituliskan diatas secara singkat, sedangkan plagiat menurut para ahli adalah

  1. Prof. Dr. Ir. Sardy. S mengatakan “apa itu plagiat, plagiat adalah tindakan pengambilan, pencurian, peminjaman pendapat, ide, pikiran, pendapat, karangan orang lain dengan menjadikan milik sendiri”.
  2. Plagiat berarti “Mengemukakan pendapat, kata-kata orang lain sebagai kepunyaan sendiri” (Lester, 1987: 78 dalam Fanany, 1992: 12).
  3. “Menulis Fakta, kutipan, atau pendapat yang berasal dari orang lain baik dari televisi, buku, majalah tanpa menulis sumbernya adalah plagiat” (Silverman, 1990: 70 Fanany, 1992: 12).

Dalam dunia pendidikan, Tindakan plagiat dapat dikelompokkan diantaranya,

  1. Mengutip kalimat orang lain secara mentah tanpa memberikan tanda baca yang jelas. (semisal menggunakan kutip).
  2. mengutip kalimat orang lain tapi tidak meletakkan anotasi sumber dengan jelas.

Sedangkan yang digolongkan sebagai apa itu plagiat adalah:

  1. Mengakui gagasan atau ide orang lain sebagai pemikiran sendiri.
  2. Mengakui temuan milik orang lain sebagai kepunyaan sendiri.
  3. Mengakui karya kelompok sebagai hasil keputusan sendiri.
  4. Mengambil tulisan yang sama tanpa menyebut asal usulnya.
  5. meringkas dan mengparafrasekan tetapi tidak menyebutkan sumbernya.
  6. Mengparafrasekan, menyebutkan sumbernya tapi kata dan kalimat masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai tidak plagiat adalah:

  1. Menggunakan informasi berupa fakta umum.
  2. Mengparafrase gagasan atau kalimat orang lain dan memberikan sumber yang jelas.
  3. Mengutip secukupnya dan memberikan tanda batas dengan jelas dan menulis sumbernya.

Karya dapat dikatakan menjiplak atau plagiat apabila sudah memenuhi ketentuan undang undang mengenai plagarisme. undang undang plagarisme ada banyak jenisnya, diantaranya undang undang UU No.19 tahun 2002 tentang hak cipta. dan di undang undang ini dijelaskan bahwa tindakan pengambilan suatu karya tanpa izin merupakan pelanggaran hak cipta dan tindakan pidana.

Undang undang lain yang dapat dijadikan sebagai tolak ukur sanksi yang mengatur tentang plagarisme adalah

Pasal 72 ayal 1: Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)”.

Dimana Pasal 2 ayat (1) tersebut menyatakan : “Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku”.

Pasal 12: Sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melakukan plagiat sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 10 ayat (4), secara berurutan dari yang baling ringan sampai dengan yang paling berat terdiri atas:
1. teguran
2. peringatan tertulis
3. penundaan pemberian sebagai hak mahasiswa
4. pembatalan satu atau beberapa nilai mata kuliah
5. pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa atau;
6. pembatan ijazah apabila sudah lulus dari satu program

Sebagai mahasiswa, dosen, peneliti, penulis dan sebagainya sangat rentan terkena plagarisme. itu dikarenakan dalam membuat sebuah karya, mereka diharuskan mencari referensi yang digunakan sebagai bahan untuk membuat karya mereka sendiri. Sering terkadang disaat membuat karya tulisnya, mereka lupa meletakkan narasumber pemilik gagasan atau kalimat yang mereka kutip. Sehingga menjadikan mereka dalam masalah, dan memang harus ditindak, karena negara kita adalah negara yang taat akan hukum, dan undang undang tentang plagiat pun sudah ada. ini yang menjadikan para pembuat karya baru harus berhati hati dalam melakukan pengutipan.

C. Alat Cek Plagiat

Untuk mengatasi adanya plagiat atau plagarisme, sekarang ini sudah banyak alat cek plagiat. dan dalam dunia pendidikan, seperti universitas, sudah banyak menggunakan alat cek plagiat di karya ilmiah milik mahasiswa, dosen yang sedang melakukan penelitian, dan sebagainya.

Alat ini berfungsi untuk menbantu apakah hasil yang telah kita buat terdapat plagiat, dan nanti ditetapkan dalam bentuk persentase. setiap kampus memiliki tingkat persentase yang berbeda beda tentunya.

sebagai contoh, alat yang banyak digunakan sekarang ini adalah turnitin. alat ini bisa mendeteksi plagiat hanya dengan 3 kata yang sama. dan banyak direkomendasikan karena kecanggihannya.

Tapi terkadang menjadi momok juga dikalangan mahasiswa saat melakukan pengerjaan skripsi ataupun karya ilmiah.

cara mengatasi plagiat di turnitin

Jadi, kesimpulannya apa itu plagiat, berhati hatilah dalam mencari sebuah referensi, hargai setiap hasil buah pemikiran seseorang. Bila memang diperlukan mintalah izin terlebih dahulu, sedangkan untuk karya berbentuk tulisan, buatlah anotasi sumber dengan jelas dan berikan tanda kutip agar nanti kedepannya tidak menjadi malapetaka pada diri kita.

Leave a Comment